Plus dan Minus Penyelenggaraan Bundesliga di Tengah Wabah Virus Corona

Berita Bola Liga Italia Liga Jerman

Bolabesar.com – Pemilik club Serie A, Udinese, Giampaolo Pozzo, mengomentari penyelenggaran Bundesliga. Menurut Pozzo, faksi pelaksana cuma menyuguhkan keberhasilan yang semu waktu mengawali lagi persaingan.

Bundesliga berubah menjadi persaingan elite pertama di Eropa yang akan memutuskan buat bergeser lagi sesudah sempat pernah berhenti karena endemi COVID-19. Semenjak akhir minggu kemarin, club-club sepak bola di Jerman telah kembali lagi berlaga buat mengakhiri pertandingan yang tetap sisa pada musim 2019-2020.

Banyak yang beri pujian langkah Bundesliga. Presiden La Liga, Javier Tebas bahkan juga merasa langkah itu turut menaikkan rasa yakin diri mereka buat meniti langkah yang sama di Spanyol.

“Selamat buat Bundesliga dikarenakan mereka telah mengerjakan usaha fantastis, ” tuturnya.

“Kami telah bekerja sama-sama serta pundak membahu bersama-sama mereka semasa sekian bulan paling akhir ini serta bertukar inspirasi serta prosedur serta saya sangatlah bangga pada Bundesliga maka itu bukan langkah simpel, namun mereka jadi yang pertama serta jadi contoh, ” jelasnya.

Kesuksesan Semu

Plus dan Minus Penyelenggaraan Bundesliga di Tengah Wabah Virus Corona (3)

Tapi tak semua beri pujian langkah Bundesliga. Pozzo malahan sebaliknya. Menurut dia, keberhasilan yang diperlihatkan Bundesliga malahan berwujud semu dikarenakan persaingan itu diawali secara jelek.

“Walau mereka memasarkannya dengan sukses, namun mereka sebetulnya mengawali secara jelek, ” tuturnya pada Radio Sportiva seperti dikutip dari Football Italia.

“Apa yang dapat dikehendaki dari luka yang berlangsung. Ada delapan pemain yang luka pada delapan laga pertama, ” jelasnya.

Pozzo menilainya, keadaan itu perlihatkan jika persiapan beberapa pemain tak baik. Keadaan ini semakin lebih kronis jika tiap minggu club didesak tampil kedua kalinya untuk menyelesaikan liga.

“Disaat kita harus tampil kedua kalinya dalam satu pekan, diperlukan 30 pemain pada suatu club buat menyelesaikan liga, cuma untuk jauhi luka saja, ” kata Pozzo.

Serie A Belum Jelas

Plus dan Minus Penyelenggaraan Bundesliga di Tengah Wabah Virus Corona (1)

Sama seperti dengan Bundesliga, Serie A pun terpaksa sekali distop semenjak 9 Maret lalu dikarenakan endemi virus Corona Covid-19. Serta hingga sekarang belumlah ada kepastian kapan persaingan sepak bola di Negeri Pizza itu akan dilanjut kembali lagi.

Walau peraturan lockdown telah mulai dilonggarkan serta beberapa pemain telah dikenankan berlatih di lapangan, operator Seri A serta FIGC belum memperoleh lampu hijau dari pemerintah buat menyambung liga.

Pozzo awal mulanya pun mempersoalkan langkah Serie A yang bermaksud menyambung persaingan mulai 13 Juni 2020. Melalui surat yang diantar pada Lega, pria berumur 78 tahun itu mengatakan tak sepakat dengan inspirasi itu.

Isi Surat Pozzo

“Maaf, ada sekian banyak salah tafsir. Kami tetap menunjang Lega dengan kombinasi maksimum serta sama-sama memandang dalam 35 tahun saya berkecimpun di dunia ini.

Segalanya diawali dengan pertandingan tertutup menantang Fiorentina, yang wajib lewat banyak tes pada waktu itu. Kami pun diperintah penting melakoni isolasi sendiri.

“Dokter kami harus meraba-raba sebab tak ada undang-undang yang mengatakan tanggung jawab mereka.

Buat memberikan keyakinan pekerja saya, beberapa dokter serta direktur, terkecuali saya, karena itu saya terasa berkewajiban buat berkirim surat pada [Vincenzo] Spadafora.

Ini tak bermakna kami tidak mau main, akan tetapi kami tak sepakat buat main lagi pada 13 Juni.

Saya berpikir ini semisal memungkiri kecerdasan kita. Sesudah dua 1/2 bulan tak berlatih dalam rumah, pemain diperlukan semakin beberapa waktu, minimal 1bulan, buat kembali pada bentuk mula-mula serta terasa percaya.

Latihan bersaing tak dapat dilaksanakan dalam rumah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *